DEPOK — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Depok (UID) turut serta dalam perhelatan akbar Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara 2026 yang resmi dibuka hari ini. Pembukaan program pengabdian skala nasional ini berlangsung meriah dan khidmat, dihadiri langsung oleh jajaran pejabat tinggi negara dan pimpinan perguruan tinggi.
Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Agama Republik Indonesia, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kepala Subdirektorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, serta para Kepala Pusat Pengabdian PTKIN dari seluruh penjuru Indonesia. Ratusan mahasiswa perwakilan dari berbagai kampus juga tampak antusias memadati lokasi acara bersama para dosen pendamping masing-masing.
Dari Universitas Islam Depok, delegasi yang hadir didampingi langsung oleh pimpinan kampus, di antaranya Wakil Rektor I Bidang Akademik Bapak A. Muwahid Muhammadi, S.HI., M.M., Wakil Rektor II Bapak Alif Nuryanto, M.Hum., Ketua LPPM Bapak Dr. Ari Pratama Putra, M.Pd., serta Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Bapak Syaiful Alwar, M.M.
Pada tahun ini, Universitas Islam Depok mengirimkan dua mahasiswa terbaiknya sebagai peserta KKN Nusantara 2026. Kedua perwakilan tersebut adalah Ahmad Maksum Robani dan Muhamad Suhaemi Mubarok, yang merupakan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah. Keduanya akan bergabung dengan ratusan mahasiswa lainnya untuk terjun langsung mengabdi di tengah masyarakat.
Acara pembukaan ini menjadi momentum penting, khususnya melalui arahan yang disampaikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia. Dalam sambutannya, Menteri Agama menegaskan bahwa ekspektasi masyarakat terhadap mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan kampus keagamaan Islam secara umum jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa perguruan tinggi pada umumnya.
“Masyarakat memiliki harapan besar kepada mahasiswa PTKIN. Ada muruah yang harus kita jaga. Tunjukkan identitas sebagai insan akademik dan insan religius melalui pakaian yang sopan, tutur kata yang santun, serta perilaku yang mencerminkan akhlak mulia. Di mana pun ditempatkan, bersikaplah qanaah, terimalah dengan lapang dada, jadilah pribadi yang amanah, sabar, ikhlas, tawaduh, ihsan, dan bersikap wajar dalam berinteraksi dengan masyarakat. Jangan mudah menyalahkan orang lain. Jadikan setiap tantangan sebagai ruang untuk belajar, berbenah, dan menghadirkan solusi,” pesan Menteri Agama.
Lebih lanjut, untuk menguatkan pesan tersebut, Menteri Agama memperkenalkan sebuah akronim yang diharapkan menjadi pegangan utama para mahasiswa selama menjalankan pengabdian, yaitu ISTIQAMAH. Akronim ini merupakan penjabaran dari nilai-nilai Ikhlas, Sabar, Tawaduh, Ihsan, Qanaah, Amanah, Muruah, Akhlak, dan Hayat.
Nilai-nilai ISTIQAMAH tersebut diharapkan tidak hanya sekadar menjadi jargon, melainkan menjelma menjadi karakter yang melekat kuat pada setiap mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu menjaga kehormatan diri, nama baik almamater perguruan tinggi, serta institusi Kementerian Agama di wilayah pengabdian mana pun mereka ditempatkan.
Melalui keikutsertaan delegasi dari Universitas Islam Depok dalam KKN Nusantara 2026 ini, LPPM UID berharap Ahmad Maksum Robani dan Muhamad Suhaemi Mubarok dapat memberikan kontribusi nyata, mengaplikasikan ilmu yang didapat di bangku kuliah, dan kembali dengan membawa pengalaman serta wawasan kebangsaan yang lebih luas.